BAB I
PENDAHULUAN
Al-Qur’an
adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi kita Muhammad selama 23
tahun. Ia adalah kitab suci umat Islam yang merupakan sumber petunjuk dalam
beragama dan pembimbing dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
Adalah merupakan
suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan
Al-Qur’an, menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak.
Membaca (
Tadarrus ) Al-Qur’an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengan Al
Quran, kemudian diteruskan dengan tadabbur, yaitu dengan merenungkan dan
memahami maknanya sesuai petunjuk salafus shalih, lalu mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari, kemudian dilanjutkan dengan mengajarkannya.
Disamping
kita Membaca ( Tadarrus ) Al Quran, kita juga dianjurkan pula untuk berusaha menghafalnya
dan menjaga hafalan tersebut agar jangan terlupakan, karena hal itu merupakan
salah satu bukti nyata bahwa Allah SWT berjanji akan menjaga Al-Qur’an dari
perubahan dan penyimpangan seperti kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Salah
satu bukti terjaganya Al-Qur’an adalah tersimpannya di dada para penghafal
Al-Qur’an dari berbagai penjuru dunia.
BAB II
KEUTAMAAN
MEMBACA (TADARRUS) AL
QURAN
A. DALIL
TENTANG PERINTAH DAN KEUTAMAAN MEMBACA AL
QURAN
·
BEBERAPA DALIL PERINTAH MEMBACA AL QURAN :
Banyak anjuran dan keutamaan
membaca Al-Qur’an, baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah, di antara perintah
membaca Al-Qur’an adalah firman Allah SWT :
“Dan bacakanlah apa yang
diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al-Qur’an).” (QS. Al-Kahfi : 27)
“Bacalah apa yang telah
diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an).” (QS. Al-Ankabut :45)
·
BEBERAPA DALIL SUNAH RASULULLAH SAW KEUTAMAAN
MEMBACA AL QURAN :
Dalail keutamaan membaca
Al-Qur’an dari sunnah Rasulullah SAW adalah :
1.
Menjadi manusia terbaik.
Dari Utsman bin ‘Affan ra,
Nabi SAW bersabda :
“Sebaik-baiknya kamu adalah
orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” HR. Al-Bukhari
2. Kenikmatan
yang tiada bandingnya.
Dari Abdullah bin Umar ra,
Nabi SAW bersabda :
“Tidak boleh ghibthah
(menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain) kecuali dalam dua hal :
(pertama) orang yang diberikan Allah SWT keahlian tentang Al-Qur’an, maka dia
melaksanakannya (membaca dan mengamalkannya) malam dan siang hari. Dan seorang
yang diberi Allah SWT kekayaan harta, maka ia infakkan sepanjang hari dan
malam.” Muttafaqun alaih.
3. Al-Qur’an
memberi syafaat di hari kiamat.
Dari Abu Umamah Al-Bahili ra,
ia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :
“Bacalah Al-Qur’an,
sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi ahlinya
(yaitu orang-orang yang membacanya, mempelajari dan mengamalkannya).” HR.
Muslim.
4. Pahala berlipat ganda.
Dari Ibnu Mas’ud ra, ia
berkata, ‘Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari
Al-Qur’an maka untuknya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat gandakan
dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan ‘alif laam miim’ satu huruf,
akan tetapi alif adalah satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” HR.
At-Tirmidzi.
5. Dikumpulkan bersama para malaikat.
Dari Aisyah ra, ia berkata,
‘Nabi Muhammad SAW bersabda : “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir dalam
membacanya maka ia dikumpulkan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti.
Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan ia masih terbata-bata dan merasa
berat dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” HR. Bukhari-Muslim
7.
Diangkat derajatnya oleh Allah SWT.
Umar bin Khattab ra berkata
bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat
suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dengannya pula Allah akan merendahkan
kaum yang lain.” (HR. Muslim)
8.
Dapat ketenangan dan rahmat dari Allah SWT.
Abu Hurairah ra berkata bahwa
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu
rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan
mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, akan dilingkupi
pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat dan Allah
pun akan menyebut (memuji) mereka pada makhluk yang ada di dekat-Nya.” (HR.
Muslim)
8. Khatam Al-Qur’an adalah amalan yang paling
dicintai Allah SWT.
Ibnu Abbas ra berkata bahwa
ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, amalan
apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.”
Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap
kali selesai, ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)
9.
Mendapatkan shalawat dan doa dari malaikat.
Sa’ad bin Abi Waqas berkata,
“Apabila Al-Qur’an dikhatamkan bertepatan pada permulaan malam, maka malaikat
akan bershalawat (berdoa) untuknya hingga subuh. Dan apabila khatam bertepatan pada
akhir malam, maka malaikat akan bershalawat dan berdoa untuknya hingga sore
hari.” (HR. Ad-Darimi)
A. MEMBACA
( TADARRUS ) AL QUR’AN
Kata Tadarrusan Al Quran sudah tidak asing lagi bagi telingga kita. Hal ini dapat kita saksikan dimana sering dilakukan pada bulan suci Ramadhan baik di Masjid, Musholla perumahan maupun kantor dan memang pada bulan suci tersebut sangat dianjurkan bagi umat Islam khususnya, begitu pula anjuran ini berlaku pula pada bulan bulan setelah bulan Ramadhan.
Secara
garis besar, TADARUSAN adalah membaca al-Qur'an secara bergiliran melibatkan
dua pihak (pembaca dan penyimak) dengan mengeraskan suara.
Tentang hukum membaca al-Qur'an dengan bergiliran seperti itu, maka
Imam Nawawi, dalam kitab beliau, at-Tibyan (sebuah kitab salaf yang menerangkan tentang adab dan tata cara menjaga al-Qur'an) menjelaskan sebagai berikut:
"[Pasal : membaca al-Qur'an sambung-menyambung secara bergantian]
Yaitu sejumlah orang berkumpul, sebagian dari mereka membaca sepuluh ayat atau sebagian atau selain itu, kemudian diam (menyimak) dan yang lain meneruskan pembacaan, kemudian yang lain membaca. Ini adalah boleh dan baik. Imam Malik telah ditanya dan beliau menjawab: "Tidak ada masalah dengan hal seperti ini".
Imam Nawawi menjelaskan perihal "KEBAIKAN" dalam TADARUSAN ini. Namun memang ada saja segelintir orang yang membid'ahkan TADARUS-AN yang sudah jelas ini adalah amalan salafuna as-Saleh.
Tentang hukum membaca al-Qur'an dengan bergiliran seperti itu, maka
Imam Nawawi, dalam kitab beliau, at-Tibyan (sebuah kitab salaf yang menerangkan tentang adab dan tata cara menjaga al-Qur'an) menjelaskan sebagai berikut:
"[Pasal : membaca al-Qur'an sambung-menyambung secara bergantian]
Yaitu sejumlah orang berkumpul, sebagian dari mereka membaca sepuluh ayat atau sebagian atau selain itu, kemudian diam (menyimak) dan yang lain meneruskan pembacaan, kemudian yang lain membaca. Ini adalah boleh dan baik. Imam Malik telah ditanya dan beliau menjawab: "Tidak ada masalah dengan hal seperti ini".
Imam Nawawi menjelaskan perihal "KEBAIKAN" dalam TADARUSAN ini. Namun memang ada saja segelintir orang yang membid'ahkan TADARUS-AN yang sudah jelas ini adalah amalan salafuna as-Saleh.
Tadarrus Al Quran dapat menghidupkan syiar Islam. Dalam Tadarrus ini dianjurkan agar bersuara hingga terdengar oleh jamaah atau pembaca lainnya yang tentunya tetap menjaga adab dan mengutamakan keikhlasan dalam membacanya dalam arti menghindari diri dari sifat riya’..
Tentang hal
ini diperjelas oleh pendapat Ulama Imam Nawawi dalam kitabnya At Tibyan, dimana
beliau menjelaskan secara terperinci, dengan menghadirkan pendapat ulama,
seperti yang tertera dalam kutipan keterangan
beliau berikut di bawah ini , yang artinya:
bahwa
memelankan suara lebih jauh daripada riya. Merendahkan suara lebih utama bagi
orang yang takut berbuat riya. Jika tidak takut berbuat riya, maka MENGERASKAN
SUARA LEBIH BAIK karena lebih banyak diamalkan dan berfaedah meluas kepada
orang lain.
Maka yang
demikian (mengeraskan suara hingga terdengar orang lain) LEBIH BAIK dari pada yang
hanya mengenai diri sendiri. Dan karena bacaan dengan suara keras menggugah
hati pembaca dan mengarahkan pendengarannya kepadanya, sehingga bisa dapat
saling memperbaiki bacaan yang mungkin kurang sempurna , atau dapat menggugah
orang lain yang lalai sehingga dapat
menyadarkannya"
Banyak riwayat
yang menyebutkan tentang anjuran mengeraskan suara. Imam Nawawi dalam kitab
beliau ini, mengemukakan beberapa hadits yang berkaitan dengan hal ini.
Diantaranya, hadits yang diriwayatkan dalam kitab shahih dari Abu Hurairah,
sebagai berikut:
Dari Abu
Hurairah ra. beliau berkata, "aku mendengar Rasulullah Bersabda,
"Tidaklah Allah mendengarkan sesuatu seperti yang didengarkan-Nya dari
seorang Nabi yang bagus suaranya dalam membaca al-Qur'an dan MENGERASKAN SUARANYA."
(HR. Bukhari da Muslim)
Dan dari Abu
Musa (al-Asy'ri ra.) bahwa Rasulullah bersabda, "Sungguh aku mengenal
suara rombongan al-As'ariy di waktu malam ketika mereka masuk dan aku mengenal
tempat-tempat mereka dari suara mereka ketika membaca al-Qur'an di waktu malam,
meskipun aku tidak melihat tempat-tempat mereka ketika mereka berhenti di siang
hari," (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan
demikian maka jelas bahwa TADARUS-AN dengan mengeraskan suara
bukanlah bid’ah , justru inilah amalan
sunnah. Hal ini diperjelas pula dalam keterangan Imam Nawawi dalam kitab at-Tibyan
tersebut :
"Saya
(Imam Nawawi) katakan, semua itu sesuai dengan rincian yang saya jelaskan
secara terperinci di awal pasal ini. Jika takut mengalami sesuatu yang tidak
diinginkan dengan sebab mengeraskan suaranya, maka janganlah mengeraskan suara.
Jika tidak takut mengalami hal itu, DIANJURKAN MENGERASKAN SUARA. Bilamana
pembacaan dilakukan oleh jama'ah secara BERSAMA-SAMA, maka DIANJURKAN DENGAN
SANGAT agar MENGERASKAN SUARA mengingat karena dapat bermanfaat bagi orang
lain.
Membaca
Al-Qur’an merupakan identitas dan kebutuhan setiap muslim, karena Al-Qur’an
adalah jalan hidup setiap muslim.
Untuk pengembangan lebih lanjut memang tidak cukup hanya bertadarrus, namun harus diiringi dengan pemahaman
akan makna dan kandungan dalam ayat yang kita baca. Untuk itu Majlis Talim Arahim memberikan Talim kepada para Remaja yang dilaksanakan pada setiap malam Senin, bada Maghrib sampai waktu Isya (berjamaah), dengan tempat yang berpindah dari rumah ke rumah secara bergilir. ( tempat pelaksanaan sesuai jadwal yang telah ditentukan )
Demikianlah
sebagian di antara keutamaan membaca (Tadarrus) dan menghafal Al-Qur’an, semoga
bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjadikan kita semakin dekat dengan
cahaya iman. Aamin Yaa Robbal aalamiiin.
Wallahu a’lam.
C.
TEKNIS TADARRUS AL QURAN
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
DAFTAR
PUSTAKA
- http://matematikacerdas.wordpress.com/keutamaan-membaca-dan-menghafal-al-quran/
- http://dukunhape.mywapblog.com/pengertian-dan-hukum-tadarrus
Diedit kembali
oleh ihsan_faiz@yahoo.com , fauzi agh
form tadarrus ini masih harus disempurnakan yaitu : Tim Penyusun, Teknis Pelaksanaan intruksi pelaporan
ReplyDelete